RSS2.0

Open Source Windows

6 Mei 2008

Web Browsing

Mozilla Firefox
The premier free, open-source browser. Tabs, pop-up blocking, themes, and extensions. Considered by many to be the world's best browser.
Download Page


Video Player / Video Podcasting

miro
Beautiful interface. Plays any video type (much more than windows media player). Subscribe to video RSS, download, and watch all in one. Torrent support. Search and download from YouTube and others.
Download Page


IM - Instant Messaging

Pidgin
Connect to multiple IM accounts simultaneously in a single app, including: AOL IM, MSN, and Jabber.
Download Page


E-mail

Mozilla Thunderbird
Powerful spam filtering, solid interface, and all the features you need.

Download Page


RSS

rssowl
Solid cross-platform RSS client.
Download Page


Peer-to-Peer Filesharing

Cabos
A simple, easy to use filesharing program. Gnutella network.
Download Page

Gnucleus
A very good Gnutella search and download filesharing program.
Download Page

azureus
A powerful, but complicated BitTorrent client. So many features you'll lose your mind.
Download Page


Video Playback

VLC
Plays more video files than most players: Quicktime, AVI, DIVX, OGG, and more. Pretty good interface.
Download Page

MPlayer
Similar to VLC-- plays loads of video formats.
Download Page

Media Player Classic
Compact, but powerful media player. Plays anything under the sun. No install necessary.
Download Page


DVD Ripping / Video Conversion

media coder
Great tool for ripping CDs, DVDs, etc and converting between tons of video formats.
Download Page


Word Processing / Office Suites

OpenOffice.org
Big, full featured suite of tools for word processing and spreadsheets. Compatible with and a free replacement for Microsoft Word documents. Also supports OpenDocument Format.
Download Page

AbiWord
A word processor. Leaner and quicker than OpenOffice. Compatible with Microsoft Word documents and OpenDocument Format.
Download Page


Podcasting

Juice
Solid podcasting client.
Download Page


DVD Ripping

Handbrake
DVD to MPEG-4 ripper/converter.
Download Page


Sound Recording

Audacity
Simple sound recording tool.
Download Page


Graphics / Photo Editing

GIMP
Photo editing application that rivals Photoshop in features.
Download Page

Paint.NET
Graphics editor with a very nice interface.
Download Page

Inkscape
Vector graphics application.
Download Page


FTP / SFTP

Filezilla
Excellent FTP program.
Download Page


IRC

X-Chat 2
IRC client.
Download Page


Sebagian Besar Es di Arktik Meleleh Musim Panas Ini

2 Mei 2008

Benua Arktik akan semakin menipis esnya. Ini disebabkan pemanasan global. Hal yang sama juga diperkirakan akan pengaruhi Antartika.

"Perkiraan jangka panjangnya tidak begitu optimistis," kata ilmuwan atmosfir Jennifer Francis dari Rutgers University, Jumat (2/5) waktu setempat.

Musim panas yang lalu, es di utara berkurang dengan kecepatan tertinggi yang pernah dicatat--yang diduga karena pemanasan global.

Walaupun radiasi matahari dan gas ruang kaca di atmosfir di kutub sama dengan bagian bumi yang lain, sampai saat ini kawasan kutub merespon secara berbeda, kata pakar oseanografi James Overland dari National Oceanic and Atmospheric Administration.

Kesimpulan para peneliti: di Utara, pemanasan global dan keragaman iklim alami saling mempengaruhi, membawa Arktik ke kondisi baru dengan lebih sedikit laut es dibandingkan sebelumnya.

Sebaliknya, Overland menjelaskan, lubang ozon di Antartika melindungi kondisi benua ini, sehingga suhunya tetap rendah di hampir seluruh bagian, kecuali pada semenanjung yang menjorok ke Amerika Selatan.


BMA
Sumber : AP

Alia Sabur, 19 Tahun Sudah Profesor

30 April 2008

Alia Sabur masih muda, 19 tahun. Namun, namanya menghentak kalangan akademisi setelah dinobatkan sebagai profesor termuda oleh Guinness World Records.

Dia sekarang menjadi profesor di Konkuk University Korea Selatan. Lahir pada 22 Februari 1989, Alia menjalani masa studinya dengan waktu amat singkat. Dari kelas IV SD, gadis ini langsung melompat ke universitas, dan lulus BA dengan predikat suma cum laude dari Universitas Stony Brook di New York ketika usianya baru 14 tahun.

Ia melanjutkan pendidikan di Universitas Drexel. Di universitas itu dia mendapatkan gelar master of science dan PhD. Tiga hari menjelang ulang tahun ke-19, Februari lalu, dia resmi menjadi dosen di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan. Guinness menobatkannya sebagai guru besar termuda dalam sejarah. Dia menumbangkan rekor sebelumnya yang dicatat oleh Colin MacLaurin, mahasiswa Isaac Newton, pada tahun 1717.

Masa depan cemerlang terbentang luas di hadapan remaja Northport, New York, itu. Tapi dia memilih mengajar. “Saya sangat senang mengajar. Karena di bidang itulah kita bisa membuat perbedaan. Dengan mengajar, kita tidak cuma menunjukkan yang bisa kita lakukan, tapi juga memampukan orang lain untuk membuat perbedaan,” katanya

Alia tidak cuma cemerlang di bidang akademis. Ia sudah tampil memainkan klarinet bersama Rockland Symphony Orchestra pada usia 11 tahun. Di bidang musik ini ia sudah mendapat berbagai penghargaan. Seni bela diri juga dikuasainya dengan menyandang sabuk hitam taekwondo.(Newsday.com)

Amitabh Bachchan: Tua-tua Jadi Blogger

Sudah berumur 65 tahun, Amitabh Bachchan masih jadi blogger? Emang kenapa? Blogger tertua saja, Donald Crowdies, dari Ontario (Kanada), berusia 93 tahun!

Belum lama ini, pertengahan April, bintang besar Bollywood berjulukan Big B itu meluncurkan blog-nya bekerja sama dengan situs perkenalan kaum muda India bigadda.com. Blog Big B beralamat bigb.bigadda.com.

Lewat blog tentang kehidupannya tersebut, Bachchan berbagi pemikiran dengan para penggemarnya, membicarakan film-filmnya yang akan datang dengan mereka, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

"Blog saya akan memungkinkan saya mengekspresikan diri, membagi dan merefleksikan emosi, pemikiran, opini saya. dan mendengarkan apa yang orang-orang harus katakan kepada saya," kata Bachchan dalam pernyataan persnya.

Para penyuka Bachchan, yang tersebar di mana-mana, telah mengirim pesan-pesan untuknya melalui blog-nya. Contohnya, dari Polandia, AS, Inggris, Australia, dan Kanada.

Untuk membalas pesan-pesan mereka, ia perlu mempekerjakan sejumlah orang untuk membantunya mengirim balasan-balasannya. "Saya takut kehilangan jari-jari saya," ujar lelaki kelahiran Allahabad, India, 11 Oktober 1942, ini.

Ke blog-nya, masuk lebih dari 500 pesan dari orang-orang yang mendoakan kesembuhan Bachchan dari cedera pada pinggul yang dialaminya baru-baru ini.

Ia yakin, media itu akan membantunya berhubungan dengan massa. "Ini akan membantu saya memperlihatkan kepada mereka sisi sesungguhnya citra diri saya yang dilebih-lebihkan yang mereka biasa lihat melalui media. Di sini, saya bisa mengendalikan dan membagi pemikiran-pemikiran saya yang sebenarnya," kata Bachchan.

"Sekarang saya bisa berbagi jawaban-jawaban atas gosip-gosip ngawur. Blog saya akan menjadi satu-satunya tujuan ke mana saya akan secara terbuka mengutarakan pandangan-pandangan saya dan juga membicarakan hal yang sama dengan semua." (dnaindia.com)

Langkah Mudah Mendownload Video Dari Youtube.com

29 April 2008

Bagi mereka yang suka nonton video dari youtube.com, tips berikut akan sangat bermanfaat.
Memang lebih enak kalau kita bisa mendownload video-video yang ada di youtube.
com daripada nonton langsung lewat jaringan internet. Lebih murah dan kita bisa koleksi juga

Untuk mendownload video dari youtube.com ikuti langkah mudah berikut ini:

1. Buka link berikut: http://www.converttube.com/
2. Lalu buka situs http://www.youtube.com/. Klik video yang mau didownload.
3. Copy link video dari address bar dan masukkan ke dalam kolom URL yang tersedia di converttube.com Lalu klik Convert and Download.
4. Kemudian akan muncul Download.
5. Klik dan Save di komputer.

Google Bantu Pelacakan "Predator Anak" di Internet

28 April 2008

Kasus eksploitasi anak untuk pornografi semakin marak di Internet. Untuk melacak pelakunya, Google akan membantu memudahkan pencarian konten-konten yang memuat pornograf anak dengan software yang khusus dikembangkan untuk tujuan tersebut.

Menurut ilmuwan peneliti di Google, Shumeet Baluja, dalam blog resmi pengelola situs pencarian itu, para "predator anak" telah menemukan arena baru untuk mengeksploitasi anak dengan adanya Internet. Oleh karenanya, ia bersama para ilmuwan di industri internet telah berusaha membangun sebuah perangkat untuk membantu melacak eksploitasi anak di internet.

Dalam artikelnya yang diterbitkan Senin (14/4) atau Selasa Waktu Indonesia Barat, Shumeet menyebut bahwa sejak Agustus 2006, ia dan rekan-rekannya telah bergabung dengan Koalisi Melawan Pornografi Anak NCMEC (the National Center for Missing and Exploited Children), sebuah lembaga perlindungan anak di AS, dan bersama perusahaan-perusahaan industri teknologi lainnya untuk membangun solusi-solusi yang menghalangi para predator memanfaatkan internet untuk mengeksploitasi atau memperdagangkan pornografi anak.

Sebagai seorang anggota kelompok peneliti Google, Shumeet menyadari bahwa NCMEC membutuhkan bantuan berupa sebagian dari hasil penelitian teknologi yang dikerjakannya. NCMEC, kata Shumeet, membutuhkan bantuan dalam mengelompokkan dan membuat penyesuaian atas banyaknya gambar dan video yang dikirimkan kepadanya melalui CyberTipline setiap minggunya atau dari para penegak hukum di seluruh penjuru negara.

Dengan perangkat yang dibangun oleh para ilmuwan Google itu, NCMEC dalam mengelompokkan dan mengindek informasi serta meneliti gambar dan video mengenai eksploitasi anak lebih efisien dan juga menyusun referensi historikal lebih efektif. Program software yang dibuat Google itu akan membantu NCMEC dapat dengan cepat dan mudah mengakses sistem ketika mereka mencoba mencari file maupun gambar mengenai pornografi anak yang melibatkan para korban yang tengah ditanganinya.

Sejak didirikan pada 1984, NCMEC telah melaporkan sedikitnya 570 ribu kasus eksploitasi anak kepada penegak hukum. Dari 140.900 kasus anak hilang yang ditangani, 124.500 anak berhasil ditemukan.

Selain Google, sebelumnya Microsoft juga mengembangkan software CETS (Children Exploitation Tracking System) yang membantu jaringan kepolisian di dunia melacak pelaku eksploitasi anak secara transnasional. Software yang dikembangkan dengan Kepolisian Kanada ini telah dipasang di Australia dan Kantor Kepolisian Republik Indonesia.(ANT/WAH)

Source: Kompas.com

Stuntman James Bond Apes Lagi

Nasib apes, lagi-lagi menimpa stuntman (pemeran pengganti) James Bond. Belum genap sepekan–setelah peristiwa mobil kecemplung sungai–kini giliran mobil yang digunakan seorang stuntman untuk penggarapan film terbaru Bond, Quantum of Solace, terlibat tabrakan.

Mobil Alfa Romeo yang dikendarai stuntman itu menabrak dinding tebing saat pengambilan gambar di sebuah ruas jalan di tepi pantai kawasan the Gardesana, wilayah Italia utara, Rabu (23/4) waktu setempat.

Menurut saksi mata, Marco Girardi, kejadian terjadi saat adegan kejar-kejaran yang melibatkan mobil Alfa Romeo dengan mobil milik Bond, Aston Martin. Saat itulah mobil Alfa Romeo, yang dikendarai seorang stuntman, menabrak dinding tebing.

Akibar peristiwa tersebut, dua stuntman harus dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka. Satu di antaranya bahkan mengalami luka yang sangat serius. Keduanya dilarikan ke rumah sakit di kawasan Verona, dengan menggunakan helikopter yang disiapkan selama proses syuting berlangsung.

Pihak rumah produksi enggan merinci identitas korban. Bahkan, baik kru dan pihak rumah produksi menolak memberikan keterangan terkait kecelakaan tersebut.

Menyusul kejadian tersebut, pihak rumah produksi menghentikan proses syuting sementara waktu untuk mengetahui penyebabnya. Sementara aktor Daniel Craig dikabarkan tidak ikut serta saat proses pengambilan gambar berlangsung

kompas.com

Alcatel-Lucent Fokus pada Manajemen Laptop

Informasi keamanan menjadi sumber utama bagi manajer keamanan dan risiko dalam mendapatkan informasi. Perusahaan pun semakin menganggap penting dan objektif tentang strategi serta praktik-praktik keamanan.

Menurut Pramudyo Dinto, Marketing Communication Specialist Alcatel-Lucent Indonesia dalam siaran persnya, saat ini semua perusahaan terus dihantui oleh masalah-masalah terkait dengan keamanan laptop. Masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh perusahaan-perusahaan TI.

Sementara itu, berkaitan dengan keamanan laptop, Alcatel-Lucent meraih penghargaan atas produk keamanan dan manajemen laptop. Penghargaan ini diraih untuk produk OmniAccess 3500 Nonstop Laptop Guardian (NLG).

NLG ini diciptakan oleh Bell Labs dan disempurnakan oleh Alcatel-Lucent Ventures. Produk ini memperkuat jaringan 3G/CDMA/W-CDMA yang memungkinkan perusahaan untuk mengatasi mobile blind spot dengan cara mengelola laptop di mana pun, bahkan ketika laptop dalam keadaan mati.

www.sda-indo.com

Pembobolan situs, kampanye negatif buat Depkominfo

Sebelum muncul polemik di seputar materi pelarangan pornografi dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), orang sepertinya tidak begitu memedulikan kehadiran Situs Departemen Komunikasi dan Informatika (www.depkominfo.go.id). Tak terkecuali para hacker yang selalu rajin berkreasi mengobok-obok situs Internet. Mereka sepertinya tidak melirik situs yang satu ini.

Baru setelah DPR mengesahkan UU ITE 25 Maret lalu, para hacker sepertinya menemukan mainan baru. Sepekan setelah pengesahan tersebut, mereka mulai menjaili situs Depkominfo.go.id. Hingga tiga pekan pada bulan ini, situs Depkominfo.go.id menjadi bulan-bulanan para hacker. Paling tidak tercatat tiga serangan terhadap situs tersebut.

Serangan terhadap situs Depkominfo.go.id pasca pengesahan UU ITE oleh DPR
Tanggal Bentuk serangan:

1 April Situs di-defaced (ganti perwajahan), sehingga jika diakses muncul tampilan gambar sosok mirip pakar TI Roy Suryo bertelanjang dada dengan pesan terkait pemblokiran situs porno oleh UU ITE
15 April Tampilan menu E-commerce (http://www.depkominfo.go.id/e-commerce/informasi.php?id=2124) di-defaced dengan disisipi informasi yang mendiskreditkan Roy Suryo
21 April Kembali di-defaced dan penyusup mencoba memberitahukan kelemahan situs Depkominfo.go.id pada tiga lubang: XSS, SQLi, LFI/RFI

Serangan pertama terjadi sekitar seminggu setelah pengesahan UU ITE. Modus serangannya adalah men-deface (mengganti perwajahan) tampilan muka situs Depkominfo.go.id. Serangan itu lebih bernuansa sentimen pribadi antara hacker dan pakar teknologi informasi (TI) Roy Suryo, karena sang penyusup menampilkan sosok mirip Roy Suryo bertelanjang dada.

Serangan kedua terjadi dua minggu kemudian. Pada serangan ini, penyusup mengacak-acak tampilan informasi daftar perusahaan pada menu E-commerce (http://www.depkominfo.go.id/e commerce/informasi.php? id=2124).

Penyusup mengisi Kontak Person dengan kalimat ‘jgn kutip roy suryo’, sedangkan informasi lainnya diacak-acak secara tidak senonoh. Informasi tersebut di-input ke situs Depkominfo.go.id tanggal 15 April 2008.

Kedua serangan itu sepertinya masih bernuansa kebencian terhadap Roy Suryo. Namun, terlepas dari latar belakang sentimen pribadi tersebut, kedua kasus pembobolan tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena terjadi secara beruntun dan menimpa departemen yang membawahi bidang teknologi informasi.

Ulangi kesalahan

Belum hilang rasa heran masyarakat, publik kembali dibuat bingung ketika Senin siang kemarin, situs Depkominfo.go.id tidak dapat diakses .

Rupanya, situs itu kembali menjadi sasaran serangan hacker, sehingga Depkominfo memutuskan untuk mematikan sementara situs itu dan baru bisa diakses lagi sekitar pukul 18.00 WIB.

Serangan kali ini jauh lebih santun. Sang hacker yang menyebut dirinya Sang Pencari Cinta hanya mengingatkan mengenai tiga lubang keamanan yang bisa dibobol di situs Depkominfo.go.id, yaitu XSS, SQLi, LFI/RFI.

Depkominfo ternyata belum juga mau belajar dari kesalahan terdahulu. Serangan defaced yang terjadi pada 15 April pada dasarnya adalah memanfaatkan celah SQL. Celah ini mudah disuntik atau disisipi dengan aneka informasi untuk mengganti informasi resmi Depkominfo.go.id. Bukan tidak mungkin akan muncul serangan lagi, karena situs Depkominfo.go.id kini menjadi semacam obesi bagi para maniak komputer. Setiap serangan selalu diikuti dengan tindakan mematikan situs untuk perbaikan kemudian beroperasi lagi beberapa hari kemudian.

Padahal, serangan seperti itu sebenarnya bisa ditangkal sejak dini.

Ini jelas akan memperburuk citra Depkominfo sebagai departemen yang memayungi komunitas TI nasional. Kalau mengurus situs internal saja tidak bisa, bagaimana mungkin Demkominfo mampu mengatasi masalah TI dalam skala nasional. (sutarno@bisnis.co.id)